By Wahyu Setyowati 06 October 2024 08:14

Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMADIKSI) Universitas An Nur menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan penguatan organisasi dengan mengirimkan tiga delegasi untuk mengikuti kegiatan PDC CONNECT 2026 : Studi Banding & Training Leadership yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang Permadani Diksi Nasional (PDKN) Semarang Raya. Ketiga delegasi tersebut yaitu Wahyu Setyowati, Fatimatuz Zahro, dan Rovi Agastiya Nuraini, yang ditugaskan sebagai perwakilan resmi Universitas An Nur dalam forum strategis antar Forum KIP K perguruan tinggi se-Semarang Raya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 80 peserta studi banding dari berbagai perguruan tinggi dan dilanjutkan dengan sesi Training Leadership yang diikuti oleh 27 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa penerima KIP Kuliah serta menjadi ruang kolaborasi dalam pertukaran gagasan dan inovasi program kerja organisasi.
“Kegiatan PDC CONNECT 2026 : Studi Banding & Training Leadership dengan tema “Bersatu dalam Kebersamaan, Tumbuh dalam Kolaborasi” merupakan langkah strategis untuk mempererat sinergi antar Forum KIP K sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan anggotanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi dan berbagi pengalaman, tetapi juga wadah pembelajaran, penguatan karakter, serta pengembangan visi bersama demi menciptakan organisasi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing. Melalui kebersamaan yang kita bangun hari ini, saya yakin kolaborasi yang lahir akan menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan Forum KIP K yang lebih solid, progresif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat”. Ujar Praja Adi Dharma, Ketua Pelaksana PDC CONNECT 2026.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kepengurusan baru untuk menghadirkan gerakan organisasi yang lebih terarah dan berdampak. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, menyatukan visi, serta membangun ekosistem kepemimpinan yang saling menguatkan antar Forum KIP K se-Semarang Raya. Melalui studi banding dan training leadership, para pengurus tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring yang kokoh dan semangat kolektif yang saling menguatkan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus hidup dalam setiap program kerja dan langkah kolaboratif ke depan, sehingga Forum KIP K mampu tumbuh sebagai organisasi yang solid, progresif, dan siap menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan kerja nyata”. Ungkap Bahtiar Hanafi Wiradana, S.Pi., Ketua Umum PDKN Cabang Semarang Raya
Pada pemaparan yang disampaikan oleh M. Imron Hamzah dan Rani Khairunnisa sebagai Demisioner PDC menyampaikan, Kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau citra, melainkan tentang perilaku dan dampak nyata yang diberikan kepada tim atau organisasi. Seorang pemimpin perlu memahami berbagai gaya kepemimpinan seperti otokratis, demokratis, laissez-faire, situasional, dan karismatik serta mampu menyesuaikannya dengan kondisi yang dihadapi. Kepemimpinan yang efektif juga dibangun dari fondasi emotional intelligence, growth mindset, dan kemampuan pengambilan keputusan yang baik, sehingga menghasilkan pribadi yang stabil secara emosional, tangguh secara mental, dan tegas dalam bertindak. Selain itu, pemimpin memiliki tanggung jawab penting dalam menentukan arah dan visi, mengambil keputusan strategis, mengelola serta mengembangkan tim, menjadi teladan, serta melakukan pengawasan dan evaluasi, sehingga organisasi dapat bergerak secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam sesi studi banding, Ketua atau perwakilan Forum KIP K se-Semarang Raya memaparkan secara komprehensif mengenai visi dan misi forum sebagai landasan utama arah gerak organisasi, yang berfokus pada penguatan solidaritas, pengembangan kapasitas anggota, serta kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat. Sesi ini juga menjelaskan latar belakang berdirinya forum sebagai respons atas kebutuhan akan wadah kolaboratif bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk saling mendukung, bertumbuh, dan berdaya saing. Selain itu, dipaparkan pula berbagai program kerja yang telah dijalankan, mulai dari kegiatan pengembangan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, peningkatan literasi akademik, hingga program pemberdayaan internal yang bertujuan membangun organisasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam sesi Training Leadership, Niko Ardiyansah menyampaikan materi yang menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi tentang kemampuan memimpin diri sendiri melalui pengendalian emosi, pola pikir yang bertumbuh, serta keberanian mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu membaca situasi, memahami karakter tim, serta memilih gaya kepemimpinan yang tepat agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang asertif, integritas dalam tindakan, dan konsistensi dalam menjalankan visi, sehingga kepemimpinan tidak hanya terlihat pada jabatan yang diemban, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan oleh tim dan lingkungan sekitar.
Keikutsertaan delegasi FORMADIKSI Universitas An Nur dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan organisasi di lingkungan kampus, khususnya dalam meningkatkan kualitas program kerja, memperkuat solidaritas antar mahasiswa penerima KIP Kuliah, serta mendorong terciptanya kepemimpinan mahasiswa yang aktif, progresif, dan berdaya saing.
Partisipasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas An Nur dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan kapasitas kepemimpinan, organisasi, dan jejaring. Melalui kegiatan ini, Universitas An Nur terus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang unggul, berintegritas, serta mampu berkontribusi secara aktif dalam pengembangan organisasi dan masyarakat secara luas.