Minggu, 08 Maret 2026

blog
  • UNIVERSITAS
  • FATMA NURMALA ULFA
  • 12 February 2026 09:35
  • 2450

PENGUATKAN LAYANAN KESEHATAN DESA: POSYANDU, SENAM LANSIA, DAN PELATIHAN SKILAS HADIR DI DESA KATONG

Dalam semangat Pembangunan Desa Berbasis Kesehatan, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas An Nuur melaksanakan kegiatan Posyandu, Senam Lansia, dan Pelatihan SKILAS (Skrining Lansia Sederhana) di Desa Katong pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan dipusatkan di rumah Kepala Dusun Desa Katong.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menjangkau seluruh siklus kehidupan, mulai dari balita hingga lanjut usia. Acara diawali dengan pembukaan dan pelayanan Posyandu untuk balita serta lansia, dilanjutkan dengan senam lansia bersama, dan ditutup dengan penyuluhan serta pelatihan SKILAS oleh mahasiswa D3 Keperawatan semester 5.

 

Posyandu: Layanan Kesehatan Dasar yang Dekat dengan Masyarakat

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola oleh kader setempat bekerja sama dengan Puskesmas dan tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah diakses dan tanpa biaya.

Bagi balita dan anak-anak, dilakukan pemantauan tumbuh kembang seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta edukasi pencegahan stunting dan imunisasi. Sementara itu, ibu hamil dan ibu nifas memperoleh pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, serta edukasi gizi. Posyandu juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui penyampaian informasi kesehatan yang praktis dan relevan bagi kehidupan sehari-hari.

Senam Lansia: Menjaga Kebugaran dan Kebahagiaan di Usia Senja

Setelah kegiatan Posyandu, para lansia mengikuti senam sehat dengan penuh semangat. Senam lansia merupakan olahraga ringan dengan gerakan sederhana dan ritmis yang dirancang khusus untuk menjaga kebugaran tubuh di usia lanjut.

Selain membantu memperkuat otot dan menjaga kelenturan sendi, senam ini juga berperan dalam melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, serta melatih keseimbangan tubuh guna mencegah risiko jatuh. Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, aktivitas ini juga memberi manfaat psikologis. Melalui kebersamaan dan interaksi sosial, para lansia tampak lebih ceria, percaya diri, dan terhindar dari rasa kesepian.

Pelatihan SKILAS: Deteksi Dini untuk Lansia yang Lebih Sehat

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan SKILAS (Skrining Lansia Sederhana), yaitu alat skrining kesehatan yang dirancang agar mudah digunakan untuk memantau kondisi lansia secara berkala, baik di Posyandu maupun di rumah.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa membekali kader dan masyarakat dengan pemahaman mengenai enam kondisi prioritas yang sering dialami lansia, yaitu penurunan fungsi kognitif, keterbatasan mobilitas, risiko malnutrisi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, serta gejala depresi. Peserta juga diberikan simulasi praktik pemeriksaan sederhana dan pengisian instrumen skrining.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kader dan keluarga mampu melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan lansia sehingga penanganan atau rujukan ke Puskesmas dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Mewujudkan Desa Sehat untuk Semua Generasi

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Katong. Tidak hanya berfokus pada lansia, program ini juga memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Dengan adanya Posyandu, Senam Lansia, dan Pelatihan SKILAS, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini hingga usia lanjut. Langkah kecil yang dilakukan bersama ini menjadi bagian penting dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan berdaya bagi seluruh generasi.

Pengumuman

BERITA MENARIK

BERITA TERBARU

FOLLOW ME:
(Universitas An Nuur / UNAN)

kategori