Selasa, 09 Juni 2026

blog
  • UNIVERSITAS
  • ADISTY JOFITA SETYAMARGANI
  • 08 May 2026 09:21
  • 3030

UNIVERSITAS AN NUUR DAN TIS PETROLEUM GELAR EDUKASI KESEHATAN, WARGA GUBUG DAN PRANTEN DIAJAK CEGAH ISPA SEJAK DINI

Link Materi Edukasi Klik

Gubug - Universitas An Nuur bersama TIS Petroleum kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui implementasi Program Seleramu Natasya, keduanya menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertema “Cegah ISPA Sejak Dini untuk Keluarga Sehat” di Balai Desa Gubug, Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Desa Gubug dan Desa Pranten. Selain mendapatkan edukasi kesehatan mengenai pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, peserta juga memperoleh layanan cek kesehatan gratis yang disediakan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, sambutan Kepala Desa Gubug, sambutan perwakilan Universitas An Nuur dan TIS Petroleum, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, penutup, foto bersama, serta dilanjutkan dengan layanan cek kesehatan oleh tim kesehatan atau petugas medis. Rangkaian ini sesuai dengan rundown kegiatan Program Seleramu Natasya yang menempatkan cek kesehatan sebagai bagian akhir kegiatan setelah sesi edukasi dan foto bersama.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Jati Yuswaningsih, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Dalam pemaparannya, Bu Jati menegaskan bahwa ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Ia menjelaskan bahwa ISPA merupakan peradangan akut pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru, yang berlangsung kurang dari 14 hari. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, polusi udara, asap rokok, serta kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat. Materi edukasi juga menekankan bahwa ISPA dapat menurunkan produktivitas keluarga, meningkatkan biaya pengobatan, dan menimbulkan risiko komplikasi pada kelompok rentan.

Dalam penyampaiannya, Bu Jati mengajak masyarakat untuk tidak menganggap ISPA sebagai penyakit ringan yang boleh diabaikan. Pencegahan, menurutnya, harus dimulai dari rumah melalui langkah sederhana tetapi berdampak besar, seperti menjaga ventilasi udara, menghindari asap rokok di dalam rumah, membiasakan cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan lingkungan, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala berat.

“ISPA sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Keluarga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, terutama bagi anak-anak, balita, dan lansia. Ventilasi yang baik, rumah bebas asap rokok, kebersihan tangan, dan perilaku hidup sehat adalah langkah sederhana yang dampaknya sangat besar,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan edukasi tersebut.

Bu Jati juga menjelaskan beberapa gejala umum ISPA, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, bersin-bersin, tubuh lemah, nafsu makan menurun, hingga kesulitan bernapas. Pada anak-anak, masyarakat diminta lebih waspada apabila muncul tanda berat seperti sesak napas parah, bibir kebiruan, dan demam sangat tinggi.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahaya asap rokok di dalam rumah. Dalam materi edukasi, asap rokok disebut sebagai salah satu faktor dominan yang dapat meningkatkan risiko ISPA, terutama bagi balita dan perokok pasif. Paparan asap rokok dapat merusak sistem pertahanan saluran pernapasan, memicu peradangan, menyebabkan batuk, sesak napas, hingga bronkitis.

Kepala Desa Gubug, Asadul Munir, S.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena menyentuh langsung persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran peserta dari Desa Gubug dan Desa Pranten menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan harus dibangun secara bersama-sama, tidak hanya oleh satu wilayah, tetapi juga melalui semangat kolaborasi antarmasyarakat. Ia berharap edukasi ini dapat mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan rumah, kualitas udara, kebiasaan hidup sehat, dan perlindungan keluarga dari faktor risiko ISPA.

“Kami mengapresiasi kegiatan kolaboratif ini. Edukasi kesehatan seperti ini sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Harapannya, setelah kegiatan ini warga semakin sadar bahwa mencegah penyakit harus dimulai dari lingkungan keluarga dan rumah masing-masing,” ujar Kepala Desa Gubug.

Sementara itu, Rektor Universitas An Nuur, Dr. Rosdiana, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama TIS Petroleum. Dukungan penuh TIS Petroleum dalam Program Seleramu Natasya dinilai menjadi energi penting dalam memperluas manfaat kegiatan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.

Dr. Rosdiana menegaskan bahwa Universitas An Nuur tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran, kemandirian, dan kualitas hidup yang lebih baik. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan mitra industri seperti TIS Petroleum menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Universitas An Nuur bersama TIS Petroleum berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Edukasi pencegahan ISPA dan cek kesehatan gratis ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong keluarga sehat, lingkungan sehat, dan masyarakat yang semakin sadar pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Dr. Rosdiana.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mengenalkan kembali pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Beberapa pesan utama yang ditekankan meliputi penggunaan air bersih, mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, menjaga kebersihan lantai rumah, mengelola sampah rumah tangga, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok di dalam rumah, serta aktif mengikuti kegiatan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini semakin bermakna karena masyarakat tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Sesi tanya jawab menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan persoalan kesehatan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, peserta mengikuti cek kesehatan gratis sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Melalui Program Seleramu Natasya, kolaborasi Universitas An Nuur dan TIS Petroleum diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Pencegahan ISPA bukan hanya tentang menghindari batuk, pilek, atau demam, tetapi juga tentang membangun budaya hidup sehat dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga.

Kegiatan di Balai Desa Gubug ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan sederhana: membuka jendela rumah setiap pagi, mencuci tangan dengan sabun, menjaga rumah bebas asap rokok, memperhatikan gizi keluarga, membawa anak ke Posyandu, serta segera mencari pertolongan medis saat gejala memburuk.

Dengan dukungan penuh TIS Petroleum, keterlibatan Universitas An Nuur, dukungan Pemerintah Desa Gubug, partisipasi masyarakat Desa Gubug dan Desa Pranten, serta kehadiran narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, kegiatan ini menjadi contoh sinergi positif dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan peduli terhadap pencegahan penyakit sejak dini.

 

Pengumuman

BERITA MENARIK

BERITA TERBARU

FOLLOW ME:
(Universitas An Nuur / UNAN)

kategori