Sabtu, 16 Mei 2026

blog
  • UNIVERSITAS
  • NS. MEITY MULYA SUSANTI, M.KES
  • 27 April 2026 09:32
  • 3619

KOLABORASI PROGRAM TIS SELERAMU NATASYA DAN UNIVERSITAS AN NUUR PERKUAT UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PRANTEN DAN GUBUG

Grobogan, 24 April 2026 - Program TIS Seleramu Natasya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Universitas An Nuur. Kegiatan penyuluhan dan edukasi pencegahan stunting dilaksanakan secara terpadu di dua desa, yakni Desa Pranten dan Desa Gubug, dengan melibatkan kader kesehatan, ibu hamil, serta ibu yang memiliki balita berdasarkan data terbaru dari masing-masing desa.

Kegiatan diawali di Desa Pranten pada pukul 08.00 WIB dengan dukungan penuh dari Kepala Desa Sutopo, S.E. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun anak. Hal ini sejalan dengan konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode krusial dalam mencegah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak .

Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB, Tim Pelaksana melanjutkan kegiatan di Desa Gubug yang disambut oleh Pelaksana Harian Kepala Desa, Asadul Munir, S.H. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran aktif para kader kesehatan serta ibu hamil dan ibu balita yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan partisipasi.

Tim pelaksana kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program TIS Seleramu Natasya dan Universitas An Nuur yang terdiri dari Rektor Universitas An Nuur, Dr. Rosdiana, S.KM., M.Kes., bersama Ns. Meity Mulya Susanti, M.Kes., Zaenul Wafa, M.Pd., dan Sri Untari, S.SiT., MKes. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga partisipatif melalui diskusi interaktif, tanya jawab, serta pendampingan langsung kepada masyarakat agar materi yang disampaikan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan dalam kegiatan ini disampaikan oleh Ns. Meity Mulya Susanti, M.Kes., yang mewakili Rektor Universitas An Nuur. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Program Seleramu Natasya ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya gizi, kesehatan, dan pola asuh yang tepat, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak. “Keterlibatan aktif kader kesehatan, pemerintah desa, dan keluarga merupakan kunci utama dalam menciptakan perubahan perilaku yang berdampak jangka panjang,” imbuhnya.

Sementara itu, narasumber utama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Titik Haryanti, S.Tr.Keb., Bdn., SKM, memberikan penekanan pada aspek teknis pencegahan stunting. “Stunting terjadi bukan secara tiba-tiba, tetapi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada masa kehamilan hingga usia dua tahun anak. Oleh karena itu, ibu hamil harus rutin mengonsumsi tablet tambah darah, memperhatikan asupan gizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala,” jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa peran keluarga sangat menentukan. “Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga. Pola asuh yang tepat, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.

Kesan positif turut disampaikan oleh masyarakat. Dari Desa Pranten, salah satu peserta, Ibu Siti (ibu hamil), menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru yang sangat bermanfaat. “Kami jadi lebih mengerti pentingnya gizi selama kehamilan dan cara menjaga kesehatan agar bayi lahir sehat,” tuturnya.

Sementara itu, dari Desa Gubug, Ibu Rina (ibu balita) mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Materinya mudah dipahami dan sangat membantu kami dalam merawat anak, terutama dalam pemberian makanan yang bergizi dan pentingnya ASI,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi menyeluruh mengenai penyebab stunting, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), imunisasi, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kolaborasi antara Program TIS Seleramu Natasya dan Universitas An Nuur diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Dengan sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Grobogan diharapkan semakin optimal dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pengumuman

BERITA MENARIK

BERITA TERBARU

FOLLOW ME:
(Universitas An Nuur / UNAN)

kategori