By Wahyu Setyowati 06 October 2024 08:14
Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan Universitas An Nuur melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Katong, Kecamatan Toroh, pada hari Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam penguatan kompetensi praktik keperawatan dan kebidanan berbasis komunitas.

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) menjadi salah satu tahapan penting dalam pendekatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD) yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa bersama masyarakat setempat. Melalui SMD, mahasiswa mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan, lingkungan, dan sosial yang berkembang di wilayah Desa Katong. Hasil survei tersebut kemudian dihimpun, dianalisis, dan dipresentasikan dalam forum MMD sebagai bahan diskusi dan perumusan kebijakan bersama.
Tujuan utama pelaksanaan MMD adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi kesehatan di lingkungannya, menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan MMD dilaksanakan di Balai Desa Katong dengan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, antara lain perangkat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, perwakilan Puskesmas Toroh 1, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan Universitas An Nuur. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Toroh, Kepala Desa Katong, Rektor Universitas An Nuur, serta Kepala Puskesmas Toroh 1. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatan. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.
Selanjutnya, mahasiswa mempresentasikan hasil tabulasi dan analisis data pengkajian lapangan yang mencakup aspek kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, status gizi, serta permasalahan kesehatan lainnya. Pemaparan tersebut disampaikan secara sistematis dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta musyawarah. Data yang disajikan menjadi dasar utama dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Setelah pemaparan data, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta usulan terkait permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka. Diskusi berlangsung secara konstruktif dan partisipatif, sehingga mampu menghasilkan berbagai alternatif solusi yang realistis dan sesuai dengan kondisi lokal.
Puncak kegiatan MMD ditandai dengan penyusunan Planning of Action (POA) atau rencana tindak lanjut yang disepakati bersama oleh Kepala Desa Katong, perwakilan masyarakat, pihak Puskesmas, dan mahasiswa. POA tersebut memuat program-program prioritas yang akan dilaksanakan secara bertahap, meliputi kegiatan penyuluhan kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, pendampingan ibu hamil dan balita, serta penguatan peran kader kesehatan desa. Rencana ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Katong.
Melalui pelaksanaan MMD ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama lintas sektor. Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan dalam mengelola permasalahan kesehatan secara mandiri.
Secara keseluruhan, kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa yang diselenggarakan oleh mahasiswa D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan Universitas An Nuur di Desa Katong berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Ke depan, diharapkan hasil dari MMD ini dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan melalui kerja sama yang harmonis antara Universitas An Nuur, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Dengan demikian, Desa Katong dapat berkembang menjadi desa yang sehat, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warganya.