By Wahyu Setyowati 06 October 2024 08:14

PURWODADI Korps Sukarela Palang Merah Indonesia KSR PMI Unit Universitas An Nuur Purwodadi sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Lanjutan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para relawan mahasiswa untuk memperdalam kompetensi sekaligus mendukung pengembangan riset akademis di lingkungan kampus.
Diklat Lanjutan kali ini berfokus pada materi Pertolongan Pertama Penanganan Fraktur dan Tingkat Keterampilan Balut Bidai, sebuah materi yang wajib dikuasai oleh setiap relawan dalam situasi darurat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teoritis yang disampaikan langsung oleh Bapak Agus Tri Arfianto dari PMI. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya respons cepat, tepat, dan tenang saat menangani korban patah tulang (fraktur).
Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai:
"Balut bidai bukan sekadar membalut luka atau mengikat papan, melainkan tindakan penting untuk mencegah pergerakan fragmen tulang yang patah agar tidak merusak jaringan saraf atau pembuluh darah di sekitarnya," jelas Bapak Agus Tri Arfianto di sela-sela materi.

Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas anggota, kegiatan Diklat Lanjutan ini memiliki nilai tambah yang istimewa. Agenda ini sekaligus dilaksanakan untuk membantu salah satu kader senior, Kak Intan, dalam penyusunan penelitian skripsinya.
Seluruh anggota UKM KSR PMI Unit Universitas An Nuur yang hadir bertindak sebagai responden penelitian. Melalui kegiatan ini, tingkat pemahaman teoritis serta keterampilan praktis para anggota diukur secara objektif untuk mendukung data riset ilmiah yang valid bagi kemajuan ilmu keperawatan dan pertolongan pertama.
Untuk menguji kesiapan lapangan, setelah sesi teori selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan praktik simulasi. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang.
1 Orang Korban : Mensimulasikan kondisi cedera fraktur sesuai instruksi kasus.
2 Orang Penolong : Bekerja sama melakukan penilaian dini, memosisikan cedera, serta memasang balut bidai dengan teknik yang benar dan cekatan.
Selama sesi praktik berjalan, ada tim penilai memantau langsung setiap pergerakan kelompok untuk memberikan koreksi detail, mulai dari kerapian balutan, ketepatan posisi bidai, hingga aspek komunikasi terapeutik kepada korban.
Melalui sinergi antara pelatihan dan riset ilmiah ini, diharapkan anggota KSR PMI Unit UNAN tidak hanya unggul dan tangkas di lapangan, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berbasis bukti dalam menjalankan misi kemanusiaan.