Selasa, 15 September 2026

blog
  • HIMADIKA
  • ADISTY JOFITA SETYAMARGANI
  • 15 August 2026 08:04
  • 250

SEMINAR NASIONAL “DISASTER EMERGENCY RESPONSE: PERAN CIVITAS AKADEMIKA DALAM PENANGANAN KORBAN BENCANA SECARA CEPAT, TEPAT, DAN AMAN”

Purwodadi, 15 Agustus 2026 - Himpunan Mahasiswa DIII Keperawatan (HIMADIKA) Universitas An Nuur Purwodadi menggelar Seminar Nasional bertajuk “Disaster Emergency Response: Peran Civitas Akademika dalam Penanganan Korban Bencana Secara Cepat, Tepat, dan Aman”, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas An Nuur Purwodadi tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti peserta dengan antusias. Seminar menghadirkan Mohhamad Abdul Khoerudin, S.Kep., Ners., M.M. dari BPBD sebagai narasumber. Seminar ini menjadi salah satu upaya HIMADIKA untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa serta civitas akademika dalam menghadapi situasi bencana. Peserta dibekali pemahaman mengenai penanganan kegawatdaruratan, manajemen bencana, hingga pentingnya koordinasi berbagai pihak dalam memberikan pertolongan kepada korban.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat. Bencana dapat disebabkan oleh faktor alam, nonalam, maupun faktor manusia yang berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, hingga dampak psikologis. Beberapa bencana yang bersumber dari faktor alam antara lain gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan tsunami. Sementara faktor nonalam dapat berupa wabah penyakit, epidemi, maupun kegagalan teknologi. Adapun bencana akibat faktor manusia dapat terjadi karena konflik maupun tindakan manusia lainnya.

Peserta juga diajak memahami perbedaan antara kondisi emergency dan disaster. Kondisi emergency atau keadaan darurat pada umumnya masih dapat ditangani menggunakan sumber daya dan dukungan yang tersedia. Sementara pada kondisi disaster, dampak yang ditimbulkan telah melampaui kapasitas yang ada sehingga membutuhkan tambahan dukungan dan sumber daya dari luar.

Pentingnya Manajemen dan Perencanaan Bencana

Dalam penanganan bencana, terdapat sejumlah prinsip yang harus menjadi perhatian, di antaranya bertindak cepat dan tepat, menentukan skala prioritas, membangun koordinasi dan keterpaduan, bekerja secara berdaya guna dan berhasil guna, serta menjunjung transparansi dan akuntabilitas. Kemitraan, pemberdayaan masyarakat, sikap nondiskriminatif, dan tidak memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan tertentu juga menjadi bagian penting dalam prinsip penanggulangan bencana.

Narasumber turut memaparkan pentingnya perencanaan sebelum bencana terjadi. Salah satunya melalui Kajian Risiko Bencana (KRB), yaitu dokumen yang memberikan gambaran mengenai tingkat risiko bencana di suatu wilayah dengan mempertimbangkan ancaman, kerentanan, serta kemampuan atau kapasitas daerah dalam menghadapi bencana.

Selain KRB, terdapat Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang memuat perencanaan secara menyeluruh sejak tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Rencana tersebut disusun pemerintah maupun pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Dalam kondisi darurat, pemerintah daerah juga perlu memiliki kerangka kerja yang jelas terkait penetapan status darurat, penunjukan komandan penanganan darurat, pengaktifan pos komando, pengerahan sumber daya lintas sektor, hingga pemanfaatan sumber daya dari luar wilayah apabila kapasitas daerah tidak lagi mencukupi. Sementara itu, Rencana Kontingensi (Renkon)menjadi pedoman operasional yang disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana tertentu. Rencana ini mengatur pembagian tugas dan tanggung jawab berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi.

 Peran Sektor Kesehatan dalam Situasi Bencana

Aspek kesehatan menjadi salah satu pembahasan utama dalam seminar. Dalam situasi krisis kesehatan akibat bencana, diperlukan kesiapan berbagai unsur, termasuk Tim Reaksi Cepat Kesehatan, Tim Bantuan Kesehatan, serta tim relawan

Penanganan bencana juga dilakukan melalui sistem klaster, yaitu pengelompokan berbagai lembaga atau organisasi yang bekerja bersama sesuai bidang masing-masing. Salah satunya adalah Klaster Kesehatan, yang memiliki peran sejak sebelum, saat, hingga setelah bencana terjadi.

Pada tahap prabencana, Klaster Kesehatan berfokus membangun kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan. Saat masa tanggap darurat, klaster memberikan dukungan dan melakukan mobilisasi bantuan serta pelayanan kesehatan secara terpadu dan terintegrasi.

Setelah masa darurat berakhir, evaluasi penanganan bencana dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk menghadapi kejadian berikutnya. Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan juga tidak hanya berperan dalam Klaster Kesehatan, tetapi dapat terlibat dalam klaster lain seperti pencarian dan pertolongan, logistik, pendidikan, pemulihan, pengungsian, dan perlindungan.

Melalui pembahasan tersebut, peserta mendapatkan gambaran bahwa penanganan korban bencana bukan hanya persoalan memberikan pertolongan pertama. Dibutuhkan kesiapan sistem, sumber daya manusia, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah kondisi darurat.

Dorong Civitas Akademika Lebih Siap Menghadapi Bencana

Rangkaian seminar diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dan sambutan, dilanjutkan penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, hingga penutupan. Interaksi antara peserta dan narasumber membuat pembahasan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga membuka ruang untuk memahami situasi yang mungkin ditemui ketika terjadi bencana. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Bagi mahasiswa keperawatan dan civitas akademika, pengetahuan mengenai kegawatdaruratan menjadi bekal penting agar mampu mengambil peran ketika masyarakat menghadapi kondisi krisis.

Pemahaman yang diperoleh melalui seminar diharapkan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesiapan yang baik, civitas akademika diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya penyelamatan dan penanganan korban secara cepat, tepat, dan aman. Selain mendapatkan materi seminar, peserta juga memperoleh 8 poin SKP, e-sertifikat, snack, serta kesempatan mendapatkan doorprize sesuai ketentuan kegiatan. Pelaksanaan Seminar Nasional Disaster Emergency Response berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menghadapi bencana membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kesiapan, serta kolaborasi dari berbagai unsur.

Kegiatan Seminar Nasional HIMADIKA Universitas An Nuur Purwodadi ini turut terselenggara atas dukungan dan kerja sama sponsor IM3 (Indosat Ooredoo Hutchison).

Pengumuman

BERITA MENARIK

BERITA TERBARU

FOLLOW ME:
(Universitas An Nuur / UNAN)

kategori